Minggu, 18 Desember 2011

Infographic




Penjelasan Seputar Infografik
           Infografik tersebut menggambarkan bagaimana cara kita berkomunikasi satu sama lain mengenai perkembangan kondisi terkini Gunung Anak Krakatau. Bermula dari cara berkomunikasi pada saat sebelum bencana (Pre-Disaster), mengingat prediksi bencana yang nantinya akan ditimbulkan oleh Gunung Anak Krakatau, kami membaginya menjadi dua cara, yakni cara modern dan cara tradisional. Cara-cara modern ini adalah dengan melihat perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau dari akun jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Google+, dan Blog yang sudah terkoneksi dengan satelit pendeteksi bencana serta BMKG.
            Cara-cara modern tersebut dapat digunakan oleh masyarakat di daerah perkotaan. Sedangkan untuk cara tradisional pada saat sebelum bencana (Pre-Disaster) yang dapat digunakan oleh masyarakat di daerah pedesaan adalah dengan pihak organisasi kami akan bekerjasama dengan pihak BMKG serta Camat, Lurah, Kepala Desa/Kepala Suku, dan Ketua RT untuk mengadakan penyuluhan dan sosialisasi berkala pada penduduk desa mengenai bahaya bencana Gunung Anak Krakatau ini.
            Kemudian saat bencana (Disaster) kami pun membaginya ke dalam dua cara, modern dan tradisional. Untuk cara komunikasi modern dengan cara, semua nomor handphone yang terdaftar akan dikirimi sebuah pesan singkat dari nomor operator resmi negara 4444 untuk memberitahukan bahwa Gunung Anak Krakatau meletus. Bagi masyarakat perkotaan yang menggunakan smartphone, sangat dianjurkan untuk mendownload aplikasi pengingat bencana ke dalam smartphonenya. Kemudian bunyi sirine bencana (yang terkoneksi dengan BMKG tentunya) yang terpasang di sekolah-sekolah, gedung-gedung perkantoran, serta mall.
            Sedangkan cara tradisional yang digunakan penduduk desa saat bencana adalah dengan bunyi sirine bencana (yang terkoneksi dengan BMKG tentunya) yang terpasang di rumah Camat, Lurah, Kepala Desa/ Kepala Suku, dan Ketua RT. Kemudian warga dikumpulkan dengan menggunakan kentongan. Selanjutnya, setelah warga terkumpul, warga segera dievakuasi ke tempat pengungsian.
            Komunikasi yang terjadi tidak berhenti sampai di situ saja, setelah bencana (After Disaster) kami akan terus menginformasikan hal-hal seputar bencana dan pasca bencana serta akan menggalang donasi melalui akun-akun jejaring sosial yang sudah kami sediakan, yakni Facebook, Twitter, Google+, dan Blog. Serta bila ingin mendonasikan bantuan dalam bentuk uang bisa dikirim ke rekening BCA dan Mandiri, atau yang dari luar negeri bisa melalui Western Union. Sedangkan dalam bentuk barang bisa dikirim ke Kantor Krakatau Awareness yang kemudian disalurkan ke para korban.